Gadis Cantik Berdarah Rongkong Dari Sulawesi Selatan, Menjuarai Lomba Matematika Tingkat Internasional di Malaysia

Related

Share

Jakarta – Kabar menggembirakan datang di pagi hari. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, begitulah ungkapan yang seringkali digunakan. Sama halnya dengan Jasiel, putri pertama dari Dewi Sartika Pasande, Ketua Umum Aliansi Keluarga Rongkong Bersatu juga merupakan pemilik perusahaan kelapa sawit PT JAS MULIA di Kabupaten Luwu Utara, dan banyak lagi usaha yang digelutinya yang tersebar di kabupaten/kota di Indonesia dan negara lain. Sabtu, 14 Maret 2020.

Di usianya yang masih muda, Jasiel telah menunjukkan kepiawaiannya dalam perhitungan dan analisis seperti ibunya.
Baru baru ini Jasiel telah menorehkan prestasi yang gemilang. Mendapatkan juara 3 pada kompetisi lomba matematika tingkat internasional yang diselenggarakan oleh EP Global Challenge. Hal ini terlihat pada status WA Dewi Sartika.

Kata Dewi Sartika Pasande pada saat dikonfirmasi melalui WA terkait statusnya “Ini sy kaget terima email 8.57 pm waktu di Amerika itu adalah pagi am. Menyampaikan berita Tania untuk Jasiel berhasil masuk 10 besar menduduki urutan ke 3 lomba matematika seluruh dunia yang di ikuti oleh jutaan pendaftar dari berbagai sekolah belahan dunia ada 126 sekolah yang lolos masuk final dan jasiel perwakilan dari Australia peninsula school campus Malaysia yang menduduki peringkat pertama di Malaysia dan urutan ke 3 di seluruh dunia. Selamat Buat jasiel congratulations.” Saat di konfirmasi melalui via telepon seluler

Selain pandai dalam hal perhitungan dan analisis, Jasiel juga piawai bermain alat musik piano dan bass, diungkapkan Dewi “Sempurna jasiel sagat piawai dalam bernain piano dan bas… Dia sering mengkuti konsert internasianal juga bersama team BB ke berbagai negara”.

Selain membanggakan keluarga, prestasi yang diraih Jasiel juga membanggakan warga Indonesia, karena Jasiel juga berdarah rongkong salah satu Kecamatan di kabupaten Luwu Utara provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut Dewi, “selama ini saya mendidik Jasiel untuk selalu mengembangkan bakatnya, bekerja keras, membatasi dalam penggunaan smartphone, dan bersikap baik kepada semua orang, dan tidak pernah puas akan apa yang didapatkan”.

“Ini juga menjadi kebiasaan saya dalam mengelola organisasi kekeluargaan dan perusahaan, kedepannya juga apa yang didapatkan Jasiel selama di Malaysia akan di aplikasikan di Indonesia untuk mengembangkan generasi muda”, tutupnya.