mensos dan anton saragih

Simalungun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap seorang menteri. Kali ini Menteri Sosial, Juliari P Batubara ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi bantuan sosial untuk warga terdampak pandemi Covid-19.

Juliari dikabarkan merugikan negara sebesar 17 Miliar Rupiah. Hal ini juga memicu kecurigaan masyarakat Simalungun karena tercatat, JPB sebagai tersangka seringkali mengunjungi Simalungun untuk memberikan bantuan sosial secara langsung.

Masyarakat mencurigai JPB karena seringnya ia berkunjung ke simalungun dan juga karena hubungan dekat JPB kepada salah satu paslon dalam Pilkada 2020. Juga, beredar kabar kecurangan kampanye pada saat Pilkada di Simalungun yang jika masyarakat tidak memilih calon yang didukung JPB, maka bantuan sosial akan di berhentikan.

“Kami sedang susah karena dampak corona, justru yang seharusnya tanggung jawab pada penyaluran bansos, malah tega bansos tersebut di korupsi, saya menuntut juga agar KPK mengusut dugaan penyelewengan bansos di Kabupaten Simalungun, yang kemarin mensos datang ke Simalungun bersama JR Saragih” ucap Firman Relawan Pemantau Pilkada Simalungun.

Pada bulan November beberapa minggu sebelum ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, Mensos berkunjung ke Kabupaten Simalungun. Pada kunjungan tersebut seolah-olah mensos mendukung pasangan calon Anton Saragih karena paslon tersebut hadir pada saat pembagian bansos.

“kami masyarakat tidak pernah lupa dengan kejadian Mensos berkunjung ke kabupaten Simalungun dengan tujuan seolah olah pembagian bansos tersebut untuk mengarahkan masyarakat untuk memilih pasangan calon Anton Saragih” tambah Firman

Pada kunjungan tersebut juga mensos bersama JR saragih selaku adik dari Anton Saragih menghadiri acara tertutup pembekalan relawan PKH di Hotel Horison, Kota Pematangsiantar.

“Entah apa yang dibicarakan di acara tersebut, namun disinyalir ada dugaan para relawan PKH dimanfaatkan untuk kepentingan Pilkada Simalungun karena adik dari penguasa pemerintah Kabupaten Simalungun sedang ikut ber kompetisi dan sampai terjadi intimidasi ke warga untuk memilih Anton Saragih” Tegas Firman

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyatakan Menteri Sosial Juliari P Batubara bisa diancam dengan hukuman mati oleh pihaknya. Ancaman hukuman mati bisa diberikan kepada Juliari jika terbukti melanggar pasal 2 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemeberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).