Suarabangsa – Direktur LKBHMI Jakpustara beserta seluruh jajarannya yang tergabung dalam gerakan “Gagalkan Omnibuslaw Mosi Tidak Percaya” didapati sampaikan orasinya secara bergantian, di pertigaan Cikini (05/10/2020).

Dalam aksinya, mereka secara bergantian menyampaikan seluruh alasan dalam menolak omnibuslaw.

“Bahwa Omnibuslaw yang di sahkan di tengah kondisi Indonesia sedang Kebingungan menghadapi Covid-19, Tetapi pemerintah Dan DPR malah Mensahkan UU yang tidak berkaitan dengan kebutuhan rakyat hari ini,” Orasi Azhari di pertigaan Cikini, selaku direktur LKBHMI Jakpustara.

“Padahal seharusnya Pemerintah dan DPR fokus memikirkan kebutuhan rakyat terlebih dahulu, Dibandingkan mementingkan kebutuhan UU yang cenderung menguntungkan perusahaan dan korporat belaka.” lanjut Azhar dalam orasinya.

Tak lama setelah aksi orasi sekaligus demonstrasi penolakan Omnibuslaw, Azhari beserta jajarannya dalam aksi demo tersebut yang berjumlah kurang lebih 10 orang di hadang oleh pihak kepolisian. Menurut video yang beredar, ada seseorang yang diamankan pihak kepolisian yang berjaga disekitaran lokasi demonstrasi.

Saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak polsek Menteng maupun pihak LKBHMI Jakpustara.