Opini, Albar – Telah diketahui kasus Djoko Tjandra dalam pelariannya selama 11 tahun itu otomatis melibatkan banyak pihak. Sebagaimana yang hari ini terungkap, tapi sayangnya belum semua kejanggalan dugaan keterlibatan orang-orang besar di balik jaksa Pinangki dan politisi Andi Irfan Jaya mampu diungkap oleh pihak Kejaksaan dan Kepolisian.

Padahal jika kita melihat dengan seksama, bahwa jaksa pinangki yang hanya Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II dan Andi Irfan Jaya yang bahkan hanya anggota biasa di dalam sebuah partai di DPW sulsel.

Lalu pertanyaannya ialah, bagaimanakah mereka berdua mampu membuat seorang buronan kakap percaya begitu saja, jikalau mereka hanya mencatut nama-nama besar yang ada di belakang mereka tanpa memvalidasi omongan mereka di depan sang buron?

Inilah Pertanyaan yang masih di hindari para penegak hukum yang menangani kasus Djoko Tjandra saat ini, hal inipun diungkapkan oleh Azhari Dzulqarnain selaku direktur eksekutif LKBHMI Jakarta Pusat dan Utara (Jakpustara) pada 26 September 2020.

Maka patut diduga kuat bahwa dalang utama kasus Djoko Tjandra ialah Tokoh politik yang hari ini punya jabatan strategis, karena jika kasus ini di latar belakangi oleh aparat penegak hukum, maka harusnya pinangki tidak membutuhkan kehadiran Andi Irfan Jaya dalam meyakinkan Djoko Tjandra.

“Oleh sebab Itu kami Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Pusat-Utara akan membentuk Tim Invetigasi sebagai upaya untuk mendorong KPK Mengungkap kontroversi kasus Djoko Tjandra agar seluruh dugaan keterlibatan orang-orang besar di balik kasus ini bisa terungkap secara terang benderang di hadapan publik”, terang Azhari Dzulqarnain.