HIMMAH: Boy Rafli Amar Tak Layak Jadi Kapolri

Related

Share

Jakarta, opini – Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH) menilai komjen Boy Rafli Amar yang digadang Presiden Jokowi untuk maju menjadi Kapolri tak memiliki prestasi apapun hingga layak untuk menjabat Kapolri.

“Semenjak Boy Rafli menjabat di Papua hingga menjabat sebagai kepala BNPT, Boy tidak punya prestasi apa pun,” dikutip dari pernyataan Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah, Sumatera Utara.

Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara menolak sosok Komjen Boy Rafli Amar menjadi Calon Kapolri selanjutnya menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun. Hal itu disampaikan Awaluddin ketika dimintai keterangannya di kantor HIMMAH di Jalan Sisingamangaraja No. 144 Medan, Sumatera Utara (5/1/2021).

“Ada beberapa kriteria yang wajib dimiliki Kapolri kedepan, kalau Boy Rafli itu orangnya kurang humanis kepada masyarakat dan kepada organisasi kemasyarakatan atau pemuda, inilah yang membuat kita ragu akan kepemimpinannya kedepan,” terang Awaluddin.

Menurutnya, hal ini di buktikan saat beliau menjabat tidak ada organisasi yg di rangkul beserta tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai organisasi kemasyarakatan.

Lebih lanjut tokoh mahasiswa Sumatera Utara ini mengatakan bahwasannya perilaku yang demikian jangan sampai dimiliki oleh calon Kapolri selanjutnya , sebab Indonesia ini dikenal dengan bangsa yang majemuk memiliki 710 suku bangsa, keharmonisan yang terjaga selama ini harus dipertahankan.

“Kapolri kedepan harus mampu mengakomodir seluruh lapisan masyarakat, menjaga stabilitas negara ini , agar tercipta negara yang aman , nyaman. yang harus kita proyeksikan kedepan adalah bagaimana kita fokus memutus mata rantai covid, pembangunan, membahas teknologi bukan lagi mempermasalahkan ideologi karena ideologi Kita sudah lama tuntas.” tambahnya.

“Untuk kebaikan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, masih banyak calon Kapolri yang lebih berkompeten, humanis dan mampu menjaga stabilitas. Calon yang seperti ini lah yang layak menjadi orang nomor satu di instansi kepolisian tersebut,” tutup Awaluddin.