Donny Isman : Saya Bersikap Netral Demi Keutuhan KOSGORO 1957

Related

Share

Jakarta – Musyawarah Besar (Mubes) KOSGORO 1957 yang akan dilaksanakan di Cirebon menuai berbagai polemik.

Donny Isman selaku Ketua Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957, menyatakan sikapnya yang netral. Beliau mengatakan bahwa tidak ingin Organisasi yang beliau cintai ini terpecah kembali. Pasalnya bukan hanya kali ini saja perpecahan terjadi, tapi sudah berulang kali. Beliau menyayangkan perpecahan yang terjadi di KOSGORO 1957. Menurutnya perpecahan ini hanya menimbulkan kerugian semata. Karena para kader pun turut pecah, kekeluargaan serta komunikasi sesama kader bisa jadi renggang karena perpecahan ini.

Perpecahan ini menurutnya membuat para kader tidak bisa menjalankan tugas – tugas, serta mengamalkan apa yang selama ini menjadi Tri Dharma KOSGORO 1957 yaitu Pengabdian, Kerakyatan, Solidaritas. “Apa artinya pedoman tersebut jika kita terpecah belah seperti ini” Ujarnya.

Bilamana KOSGORO 1957 terpecah kembali, tidak ada satupun yang diuntungkan karena perpecahan ini. Partai Golkar sebagai induk dan juga Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar pun turut merasakan efek domino dari perpecahan ini.

Menurut beliau perpecahan ini bisa diselesaikan dengan budaya KOSGORO yaitu dengan Musyawarah untuk mencapai mufakat atau kesepakatan. Tentunya dengan cara kekeluargaan. Beliau juga menghimbau untuk para kader bersama – sama menjaga keutuhan dan kedaulatan KOSGORO 1957 ini. Beliau yakin pasti ada jalan keluarnya agar tetap Mubes Kosgoro 1957 berjalan dengan baik dan berjalan sebagaimana mestinya dengan menjunjung tinggi demokrasi serta mengikuti mekanisme, aturan yang berlandaskan AD/ART organisasi KOSGORO 1957.