Youth Move, Jakarta – Hari ini Kemensos adalah kementerian yang harusnya menjadi garda terdepan dalam penanganan dampak Covid-19 yang menimpa masyarakat. Dikarenakan oleh daya beli masyarakat yang turun drastis hampir di setiap daerah olehnya Amanat UUD tentang perlindungan jaminan sosial harusnya di jalankan dengan baik dan benar.

Tapi data yang dipakai untuk mendistribusikan Bantuan Sosial adalah data sejak tahun 2014, kebijakan Pemerintah Pusat mendistriusikan bantuan sosial (Bansos) sebagai bagian dari Penanganan Jaminan Sosial memang harus disegerakan, tapi kurangnya kesiapan data dari Kemensos merupakan kesalahan fatal, tegas Ibrahim Asnawi.

Artinya Kementerian Sosial tidak siap dalam menghadapi kondisi bencana serta lamban dalam melindungi jaminan sosial masyarakat yang terdampak bencana, olehnya tugas utama dari Kemensos ialah Terus memperbaharui data Setiap tahun, terutama data kemiskinan dan masyarakat yang terdampak bencana.
Wabah Pandemi Covid-19 Adalah pelajaran Bagi lembaga-lembaga Negara yang di tugaskan.

Untuk terus memperbaiki data terbaru kemiskinan dll, sehingga ketika ada kondisi sosial yang darurat seperti sekarang ini Pemerintah setidaknya memiliki kesiapan data penerima bansos yang benar-benar berhak.

Ditambah dengan maraknya “mafia” yang bercokol di dalam proyek-proyek bansos yang dicanangkan kemensos, dimana penunjukkan langsung sudah dilakukan tapi kesediaan bantuannya malah terlambat dan menyebabkan kenaikan harga dimana-mana, serta ketidak tepatan data bansos yang pada akhirnya menyebabkan maraknya penjualan bansos dimana-mana.

Olehnya Kami yang tergabung dalam Youth Move Menyatakan Sikap dengan Tegas,
Bahwa :

  1. Bongkar Mafia Bantuan Sosial Kemensos
  2. Kemensos Harus Membuka Data Tentang Masyarakat Yang Sudah Menerima Dan
    Belum Menerima Bantuan Sosial Dampak Covid 19.
  3. Presiden Harus Mengevaluasi Menteri dan Seluruh Jajaran Kemensos Yang
    Lamban dan Terkesan Bekerja Sama Dengan Mafia Dalam Menanggapi Dampak. Tegas Ibrahim Asnawi