Jakarta – Rekan-rekan Solidaritas Mahasiswa Sosial melakukan aksi ketiganya di Kantor Bakamla Jakarta (14/12/2020). Sebelumnya kami mengapresiasi kinerja KPK dalam beberapa bulan terakhir berani mengungkapKan kasus-kasus besar yg melibatkan salah satu mentri di kabinet presiden Jokowi.

Kami melakukan gerakan ini menyikapi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dimana pada bulan maret KPK mengumumkan bahwa adanya dugaan kuat aliran dana kasus suap proyek bakamla masuk ke Ahmad Sahroni.

“Kita ketahui bersama KPK telah menetapkan Direktur PT. Merial Esa Fahmi Darmawansyah Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Proyek Bakamla, yang juga merupakan Rekan Bisnis Dari Ahmad Syahroni, dalam perjalanan Kasus ini ternyata KPK Telah Menemukan informasi dugaan Aliran dana dari Fahmi Darmawansyah sebagai tersangka Kasus Korupsi KPK Kepada Ahmad Syahroni Sebagai Rekan Bisnisnya.“Ujar Umam Korlap aksi SMS.


Lanjut Umam, “Dimana dugaan aliran dana tersebut sebagaimana dikatakan sendiri oleh Ali Fikri sebagai juru bicara KPK, besaran jumlahnya mencapai angka 9,6 miliar rupiah, lalu pertanyaannya kemudian ialah apakah KPK masih ragu dalam menetapkan Ahmad Syahroni yang notabenenya adalah Wakil Ketua Komisi III DPR RI?”

“Jangan Sampai Karena Jabatan yang di emban Oleh Ahmad Syahroni menghalangi Kinerja KPK Untuk Memberantas yang namanya Korupsi di Negara ini, khususnya Patut Diduga melibatkan Ahmad Syahroni seorang Wakil Ketua Komisi III DPR RI,” imbuhnya.

“Jangan sampai keterlambatan KPK dalam memanggil para saksi-saksi terkait Dugaan Aliran Dana 9,6 M dari Fahmi Darmawansyah kepada Ahmad Syahroni itu membuat para terduga pelaku yang terlibat dalam Kasus Korupsi Proyek Bakamla mampu menghilangkan barang bukti yang seharusnya menjadi alat pembuktian bagi KPK dalam menetapkan Mereka sebagai Tersangka dan  Melakukan penyelamatan Uang Rakyat“

Untuk itulah KPK harus sesegera mungkin melakukan pemanggilan dan pengumpulan barang bukti yang diduga melibatkan beberapa orang penting di negara ini dalam merampok uang rakyat dalam kasus proyek bakamla tersebut. Maka dari itu Solidaritas Mahasiswa Sosial menuntut
Tuntutan:

  1. Mendesak KPK segera periksa kembali Ahmad Sahroni karena ada nya dugaan aliran dana masuk melalui rekan bisnis direktur pt.ME terkait kasus suap proyek bakamla.
  2. Mengusut tuntas kasus suap proyek bakamla sampai ke akar akarnya.
    Diakhir kata saya akan terus mendukung kpk untuk segera mengusut kasus ini karena tidak ada alasan untuk para koruptor bebas berkeliaran di negara ini