Rumah Produksi Mega Kreasi Film (MKF) Dan Indosiar Dilaporkan Ke Polisi Atas Tayangan Sinetron Suara Hati Istri-Zahra

Related

Share

Jakarta – Viralnya adegan sinetron suara Hati Istri – Zahra menuai polemik. Pasalnya adegan tersebut menampilkan adegan yang mengarah unsur pornografi dan pedophilia karena salah satu pemerannya berusia dibawah umur.

Banyak pihak yang mengecam adegan tersebut karena tidak sesuai dengan moral bangsa. Mereka menyayangkan bagaimana bisa tayangan tersebut bisa lolos dari sensor KPI dan tayang di Televisi.

Adegan tersebut dinilai tidak mendidik dan menampilkan adegan yang tak seharusnya tampil. Rumah Produksi (PH) sebagai produsen film tersebut dan Indosiar sebagai stasiun tv yang menayangkan harus dilaporkan karena memproduksi dan menayangkan tayangan yang tidak sesuai dengan moral bangsa dan juga melanggar UU ITE.

Undang Undang Nomer 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi tersebut mengatur larangan perbuatan memproduksi, membuat, memperbanyal, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat :

  1. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
  2. kekerasan seksual;
  3. masturbasi atau onani;
  4. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
  5. alat kelamin; atau
  6. pornografi anak

Harusnya tayangan yang baik ialah yang memperhatikan moral bangsa. Sinetron juga sebagai tontonan harus memiliki tuntunan untuk masyarakat karena sinetron Suara Hati Istri-Zahra yang alur ceritanya dangkal dan murahan.

Menurut Rudy Darmawanto, Karya seni yang baik ialah yang bisa dipertanggung jawabkan terhadap etika moral dan asas kepatutan.

“Saya selaku Pembina Ikatan Mahasiswa Muslim Nusantara dan Penasehat Persatuan Mubaliq Mubaliqoh Indonesia akan melakukan tindakan hukum Dengan melaporkan Secara Resmi kepada pihak berwajib dalam waktu dekat demikian” ujar Rudy Darmawanto yang juga Sekjen GM Warga Jaya Indonesia

“Kepada KPI kami juga memohon untuk fokus kepada semua tayangan Televisi kita. Sinetron yang diberhentikan itu hanya ganti Peran dan diganti judulnya. Bagaimana bisa KPI dikelabui begitu saja, harusnya KPI merekomendasikan agar kasus tayangan seperti Suara Hati Istri-Zahra diproses secara hukum.” Tutupnya