Pelapor Dugaan Korupsi Wagub Sumsel Mawardi Yahya Punya Bukti 1 Koper, Pemuda Muslimin Dukung Kejagung Usut Tuntas

Related

Share

Jakarta – Kasus dugaan korupsi paket proyek tahun jamak (Multy Years) Kabupaten Ogan Ilir (OI) tahun 2007-2010 ditanggapi serius oleh ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Sumsel, Harda Belly.

Menurutnya, dugaan korupsi yang terjadi saat kepemimpinan Mawardi Yahya sebagai Bupati tersebut harus segera diusut tuntas.

“Peninggalan atau rekam jejak jelek Mawardi Yahya karena diduga terseret dalam kasus korupsi saat menjabat Bupati Ogan Ilir akan menjadi rekam jejak jelek yang akan terus dikenang masyarakat dan agar tidak lepas tanggung jawab dari perbuatannya itu maka penegak hukum harus segera proses hukum karena ini menyangkut uang rakyat yang ditilep atau dikorupsi untuk memperkaya diri dan kelompoknya,” kata Harda ke Wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (18/07/2021).

Menanggapi laporan sekelompok masyarakat terkait kasus ini ke Kejaksaan Agung RI, Harda Belly mengapresiasi dan akan ikut mendukung untuk mengawalnya.

“Ada juga teman-teman aktivis, Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi atau AMPD ya, sudah melaporkan itu ke Kejagung, saya sempat koordinasi artinya ikut terlibat dalam prosesnya. Tentu saya sangat mendukung dan akan ikut mengawal,’ tambahnya.

Menurut Harda, laporan tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam memberantas korupsi di negeri ini yang perlu mendapat atensi khusus dari Kejaksaan Agung.

“Masyarakat melaporkan itu karena ingin ikut andil dalam memberantas korupsi di negeri ini, dan tugas penegak hukum menindaklanjutinya. Artinya, masyarakat masih percaya kepada Kejagung untuk memproses hukum atas temuan adanya dugaan korupsi yang terjadi di tengah masyarakat yang dilakukan oleh pejabat yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Harda mengatakan pihaknya akan terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan pihak AMPD dalam mengawal kasus tersebut.

“Saya pastikan, Pemuda Muslimin akan mendukung teman-teman AMPD dan akan terus bangun sinergisitas sampai laporan ini diproses tuntas,” ucapnya.

“Apalagi dalam waktu dekat, saya dapat info dari teman-teman AMPD, katanya akan menyerahkan satu koper bukti tambahan ke Kejaksaan Agung, Insyaallah saya ikut,” tutup Harda.