Pelaksanaan Konferensi Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta Ke-42 Dinilai Ilegal

Related

Share

Tangerang Selatan – Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, Nur Cholis Hasan menilai, pelaksanaan Konferensi Ke-42 yang saat ini tengah berlangsung di Aula HMB, Jl. Semanggi II, Ciputat Kota Tangerang Selatan, tidak sesuai dengan amanat konstitusi dan ilegal.

Selain karena adanya indikasi desakan dari kelompok eksternal, pelaksanaan Konferensi juga dinilai tidak sesuai dengan mekanisme seperti telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang menjadi pedoman bagi organisasi.

Pelaksanaan Konferensi HMB yang dinilai Illegal

“Pelaksanaan Konferensi HMB ini tidak berdasar. Kalau kita mengacu pada AD/ART, yang namanya konferensi itu harus ada SK (Surat Keputusan) yang itu di tandatangani oleh Ketua Umum dan Sekertaris Umum. Faktanya, hari ini justru SK itu muncul dari bendahara dan ketua bidang, kan ini aneh,” katanya, Selasa (09/03) dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Cholis, saat ini HMB tengah menyiapkan agenda perkaderan berbentuk Taaruf, dan pelaksanaan tersebut dilakukan dalam setiap periode kepengurusan.

Namun faktanya, tambah Cholis, hal tersebut ternyata disabotase, oleh oknum pengurus yang saat ini berkepentingan ingin menjadi Ketua Umum karena dorongan kelompok eksternal.

“HMB ini organisasi perkaderan yah, setiap tahun pasti melakukan pelatihan, itu namanya Taaruf. Kita pengurus ini sebenarnya sedang fokus melaksanakan Taaruf, tapi memang ada beberpa oknum pengurus yang diberikan tanggung jawab, kemudian punya ambisi untuk menjadi Ketua Umum, kemudian menggunakan kekuatan luar, dengan skema menekan Ketum” tambahnya

Oleh karena itu, mahasiswa ushuluddin itu juga meminta agar semua kader HMB agar meninggalkan forum konferensi yang ilegal tersebut. Hal tersebut lantaran, pengesahan SK Konferensi tersebut tidak melalui Rapat Harian maupun Rapat Presidium seperti diatur dalam AD/ART.

“Saya secara tegas minta agar peserta konferensi yang hadir ini segera keluar forum, karena ini adalah konferensi ilegal yang pernah ada. Ingat, HMB ini organisasi yang asasnya kekuluargaan, bukan organisasi politik,” tegas Cholis.

Informasi, sampai berita ini diturunkan, Ketua Umum HMB Jakarta, Rizky Irwansyah belum bisa dikonfirmasi. Wartawan melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon, tidak diangkat dan pesan singkat tidak dibalas.

Berdasarkan keterangan dari banyak sumber, mekanisme pelaksanaan konferensi HMB Jakarta, tidak memiliki Surat Keputusan yang jelas. Bahkan, salah satu pengurus mengatakan, ada satu orang alumni yang mendorong agar HMB segera melakukan konferensi ditengah persiapan Taaruf. (BS)