Ketum PP Gemei: Boy Rafli Amar Ideal Untuk Jadi Kapolri Selanjutnya

Related

Share

Jakarta – Albar selaku ketua umum PP Gemei mengaku Boy Rafli Amar yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dianggap mampu untuk menangani dinamika politik, hukum dan keamanan yang terjadi saat ini terutama isu-isu intoleran dan radikalisme terorisme.

“Kemampuan Boy Rafli Amar sebagai anggota Polri dapat dilihat dalam rekam jejak jabatannya yang cukup baik. Selain itu masa kerja yang masih 3 tahun cukup ideal untuk menjabat sebagai Kapolri. Masa kerja ini tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang. Dengan masa kerja yang ideal maka program kerja dapat dilaksanakan dengan baik dan sistem kaderisasi tetap terjaga,” kata Albar melalui keteranganya, Kamis (3/12/2020).

Untuk pertimbangan lainya albar menuturkan bila alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 ini juga merupakan sosok yang netral.

Pasalnya, dalam bursa calon Kapolri isu kedekatan para kandidat terhadap pihak-pihak tertentu sangat terasa dan menurutnya, isu ini harus ditepis dengan menunjuk figur yang netral dan bebas dari kedekatan dengan pihak tertentu.

“Boy Rafli Amar bebas dari isu kedekatan dengan kubu tertentu yang sering disebut-sebut oleh publik. Pejabat publik yang bebas dari isu kedekatan dengan kubu tertentu akan lebih optimal dan total dalam bekerja terutama untuk kepentingan bangsa dan negara,”. Tegas Albar

Albar juga mengatakan sosok ideal yang bisa gantikan Kapolri Idham Azis adalah Boy Rafli Amar karena mampu berinteraksi dengan para tokoh agama,ulama dan masyarakat. Tegasnya

Albar mengatakan Setelah dilantiknya Boy Rafli Amar sebagai kepala BNPT menyampaikan langkah awalnya dalam penanggulangan terorisme. Dia akan mengoptimalkan kerja sama di luar negeri dan dalam negeri.

“Fokus akan ditujukan untuk meningkatkan kerja sama di dalam dan luar negeri karena terorisme merupakan kejahatan transnasional, terorganisir, dan luar biasa sehingga dibutuhkan kerja bersama,” ucap Albar

Dalam sambutannya Boy Rafli juga mengatakan langkah ini sejalan dengan pesan Presiden Jokowi agar pemerintah bekerja sama dengan elemen masyarakat seperti tokoh agama untuk memoderasi paham radikal. Menurutnya harus ada persamaan pandangan sebagai landasan kerja sama untuk menangani terorisme.

“Terorisme memang harus dicari akar masalahnya dengan kebulatan tekad bahwa kejahatan yang mengedepankan ideologi kekerasan membahayakan kelangsungan hidup masyarakat, bangsa, dan negara, Boy Rafli juga mengatakan akan meningkatkan upaya deradikalisasi yang sudah ada. Boy juga mengajak semua elemen negara tak menganggap remeh setiap gelagat yang mengarah kepada perbuatan teror, Pak Presiden juga memberikan instruksi kepada saya agar upaya deradikalisasi yang telah tercapai ditingkatkan seperti program mantan narapidana terorisme yang bekerja sama dengan BNPT serta mengikutsertakan ulama dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat,” ucap Albar ketua umum PP GEMEI