Gepmar Unjuk Rasa Pasca Meninggalnya Ibu Hamil Yang Di Tolak RS Makassar

Makassar – Meninggalnya seorang ibu hamil setelah berkali-kali ditolak empat rumah sakit di Makassar, membuat sejumlah mahasiswa geram atas kejadian memilukan itu.

Imbasnya, kantor Gubernur Sulsel diseruduk oleh puluhan massa aksi yang mengatasnamakan diri dari Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (Gepmar) Makassar, Senin sore (21/12/2020).

Mereka geram dengan empat rumah sakit di Makassar yang menolak pasien bernama Hartina yang hendak melahirkan, justru tak dapat pertolongan medis.

Hingga setibanya di RS Wahidin Sudirohusodo, Hartina bersama bayi dalam perutnya pun meninggal dunia meski sempat mendapat pertolongan medis di rumah sakit itu, pada Rabu (9/12/2020) lalu.

Massa aksi pun meminta kepada Dinas Kesehatan dan Gubernur Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut dan menindak empat rumah sakit yang menolak pasien tersebut hingga meninggal.

“Meminta kepada Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan dan Gubernur untuk mencabut izin operasinal RS Kartini dan RS Ananda, Kemudian Mencopot Direktur RS Labuang Baji dan Memberikan Sanksi kedapa RS Plamonia,” kata Jenderal Lapangan, Muhamad Iqbal.

Tak hanya itu mereka juga melayangkan SOMASI ke DPRD Sulawesi Selatan untuk segera melakukan Radat Dengar Pendapat (RDP) dalam jangka waktu 2×24 jam.

“Kami akan terus melakukan sebuah perlawanan hingga tuntutan kami terima, tak seharusnya pihak Rumah Sakit melakukan penolakan terhadap pasien gawat darurat, ” tegasnya