GEMEI – Hadirnya isu uang baru pecahan Rp75.000 pasca hari ulang tahun Republik Indonesia ini, dinilai bukan menjadi solusi untuk bangsa, melainkan akan menjadi sumber masalah baru.

Ketua Umum GEMEI angkat bicara ditengah hadirnya isu uang pecahan Rp75.000 dalam masa peringatan HUT RI yang ke-75 ini dan beranggapan bahwa alasan penerbitan pecahan uang Rp75.000 tersebut bukanlah tentang usia bangsa ini saja, akan tetapi BI dan Kemenkeu terbitkan uang tersebut pasca momentum Pilkada serentak yang akan digelar diseluruh pelosok daerah Indonesia.

BI bersama Kemenkeu menerbitkan uang tersebut yang pada akhirnya mendapatkan kritikan dari berbagai kalangan, baik dari segi desainya atau masalah pemborosan anggaran. GEMEI menganggap hadirnya pecahan Rp75.000 tersebut merupakan sumber masalah baru yang seharusnya tidak terjadi, apalagi jika melihat kondisi bangsa saat ini.

Ketua Umum GEMEI menyatakan (17/8) “Diterbitkannya uang baru tersebut justru akan menambah utang atau menjadi pemborosan anggaran negara saja”, tukas Albar.

“Jika ingin terbitkan uang baru kenapa bukan kemarin pasca hari kemerdekaan yang ke-74, mengapa justru harus diterbitkan sebelum momentum Pilkada, apa urgensinya?”, tegasnya.

Ketua umum GEMEI juga menghimbau untuk menghentikan segala kebijakan yang akan membuat gaduh bangsa ini. Apalagi melihat bangsa ini dalam ancaman resesi dan dimana wabah covid-19 juga belum usai.

Menurutnya juga, adalah kesalahan besar bila BI dan Kemenkeu menerbitkan uang pecahan baru Rp75.000 dalam kondisi bangsa yang sedang tidak baik-baik saja.

GEMEI dilaporkan juga akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran terhadap BI dan Kemenkeu atas kebijakan penerbitan uang baru dengan pecahan Rp75.000.