Jakarta – Ketua umum PP GEMEI Albar menyatakan akan terus mengusut tuntas kasus ijazah palsu yang di dipergunakan kader Nasdem beranisial SGR untuk maju sebagai kandidat calon bupati Minahasa Utara.

Meski Polda Sulawesi Utara telah mengeluarkan SP3 terkait kasus Ijazah palsu tersebut, sampai saat ini belum ada titik terang, hal ini pun disampaikan oleh Polda Sulawesi Utara.

“Jangan sampai penyidikan di hentikan seperti kasus yang sama menimpa SGR pada tahun 2010 paska dirinya mencalonkan diri sebagai wakil Bupati Minahasa Utara”, Tegas Albar pada hari Rabu. 23 september 2020.

Albar selaku ketua umum PP GEMEI akan melakukan aksi di depan KPU RI dan DPP Nasdem dengan tuntutan untuk KPU RI segera mendiskualifikasi saudara SGR dan pasangannya, serta kepada pihak DPP Nasdem untuk segera menarik kembali rekomendasi pengusung pencalonan SGR dan calon pasangannya tersebut.

Albar selaku ketua umum PP GEMEI mendesak Bareskrim Polri untuk segera turun tangan dan usut tuntas kasus ijazah palsu yang digunakan kader Nasdem yang beranisial SGR untuk maju di Pilkada Minahasa Utara.

Sebagaimana kita ketahui bahwa oknum yang terlibat dalam kegiatan, atau transaksi melakukan pemalsuan ijazah baik yang membuat dan memakai akan terjerat UU pidana KUHP.

Tuntutan Albar sebagai ketua umum PP GEMEI meliputi:

  1. Mendesak KPU RI dan KPU wilayah segera mendiskualifikasi pencalonan SGR dan pasangannya.
  2. Mendesak Ketua umum DPP Nasdem tarik kembali rekomendasi parpol sebagai partai pengusung SGR
  3. Mendesak Ketua umum DPP Nasdem pecat SGR sebagai kader Nasdem.
  4. Mendesak Bareskrim polri segera usut tuntas kasus ijazah yang di pergunakan SGR.