Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku (DPP Almulk) menyoroti tragedi yang secara beruntun terjadi menjelang akhir tahun ini.

Adapun yang menjadi sorotan Al’Mulk adalah, terkait dengan Mega Skandal Korupsi Dana Bansos Covid-19 yang telah menjerat Menteri Sosial, dan bentrokan yang diduga antara pihak Kepolisian dan anggota Front Pembela Islam (FPI).

“Dari analisa serta kajian kami, kami melihat adanya Persoalan defisit moral yang terjadi pada Bangsa kita hari ini. Pertama, menjelang akhir tahun, Masyrakat di kejutkan oleh penetapan tersangka eks Menteri Sosial Juliarti Batubara atas Korupsi Dana Bansos Covid-19. Jelas ini adalah persoalan yang sangat serius. Sebab, kejahatan luar biasa ini dilakukan pada momen negara yang sedang dalam krisis.” Ucap Fauzan Ohorella Ketua Umum kepada awak media, Rabu (09/12/2020).

Setelah mencuatnya kasus Penangkapan eks Menteri Sosial atas Korupsi Dana Bansos Covid-19 yang mencapai triliunan rupiah itu. Masyarakat telah digegerkan kembali dengan bentrokan yang diduga antara aparat kepolisian dengan anggota FPI yang pada saat itu sedang mengawal Imam Besar HRS di sekitaran pintu tol Kerawang Timur.

Negara hari ini telah membuat Rakyat Republik Indonesia menjadi bingung. ‘Extra ordinary crime‘ atau Korupsi yang dilakukan oleh Juliarti Batubara eks Menteri Kemensos adalah perlakuan yang tidak ber-Prikemanusiaan. ditengah kesulitan ekonomi rakyat Indonesia akibat Pandemi, malah eks Pak Menteri Sosial mengambil ‘CUAN’ dalam dana Bansos Covid-19 tsb. Sambung Fauzan

Ketua Umum serta Pengurus Pusat Al’Mulk juga memberikan sikap tegas sebagai berikut:

  1. Mendesak Presiden RI Bpk. Joko Widodo untuk segera meminta maaf atas kesalahan para Menteri yang terjerat Mega Skandal Korupsi Dana Bansos Covid-19 dan seluruh masyarakat Muslim akibat bentrokan yang mengorbankan 6 orang anggota Front Pembela Islam.
  2. Meminta kepada Komnas HAM dan DPR RI untuk membentuk Tim Pencari Fakta atas tragedi dugaan bentrokan antara aparat Kepolisian dan Anggota FPI.

3.Mengajak seluruh Masyarakat Indonesia dari sabang-merauke untuk menuntut permintaan maaf dari Presiden RI atas kasus Mega Korupsi yang dilakukan oleh Juliarti Batubara eks Menteri Kemensos yang merupakan sesama kader Partai PDI-P.

Untuk itu, kami meminta agar Presiden RI, Joko Widodo untuk segera meminta maaf kepada pertama, para pengikut atau masyarakat Muslim atas tragedi bentrokan yang mengakibatkan 6 anggota FPI meninggal dunia dan yang kedua, masyarakat Republik Indonesia dari sabang sampai merauke atas kesalahan para Menteri yang telah melakukan Korupsi, terutama Korupsi Dana Bansos Covid-19.