Jakarta – Aksi damai demonstran yang tergabung dalam “Aliansi Aktivis Mahasiswa Pemuda Indonesia (AAMPI)” di Taman Makam Pahlawan Kalibata diwarnai kekisruhan serta kekerasan oleh oknum Organisasi Masyarakat yang datang bersama rombongan Gatot Nurmantyo saat ziarah dan tabur bunga di Makan Pahlawan.

“Aksi damai AAMPI dijaga oleh pihak kepolisian dan TNI, tiba-tiba mereka lari dari dalam pemakaman, memburu, menyerang dan memukuli kawan-kawan Mahasiswa tanpa sebab. Kami tidak memprovokasi, kami memberitahu kepada masyarakat keadaan bangsa ini.” tutur Koordinator Aksi Abimanyu kepada awak media.


Beberapa aktivis mahasiswa mengalami luka akibat pecahan kaca, luka lebam akibat pukulan, tendangan bahkan dilempar dengan bendera Merah-putih. Tiga mobil massa aksi dirusak bahkan ditawan oleh oknum Organisasi Masyarakat dan suasana semakin memanas meskipun sudah dilerai oleh puluhan personel gabungan antara TNI-POLRI.


AAMPI menolak dengan tegas agenda terselubung Gatot Nurmantyo CS yang akan melakukan deklarasi KAMI berkedok Tabur bunga (Ziarah). Kekerasan yang mereka lakukan tidak mencerminkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan Tabur bunga tersebut sarat kepentingan politik, yang menurut mereka hanya akan mengganggu stabilitas politik saat ini.

“Harusnya mereka prihatin dengan kondisi akibat pandemic COVID-19, bukan malah membuat kegaduhan. Dimana posisi menyelamatkan Indonesianya? Perilaku mereka saja cuman pake otot dan kroyokan,“ tutur Koordinator Aksi AAMPI kepada awak media.